Cara penyusunan kurikulum KTSP TK/PAUD 2013

 on Minggu, 16 November 2014  

Cara penyusunan kurikulum KTSP TK/PAUD 2013
Sistem pendidikan yang baik tentunya tidak hanya pada jenjang yang tinggi seperti SMA dan juga Perguruan Tinggi. Namun, sistem pendidikan yang baik tentunya harus dimulai dari tingkat pendidikan formal yang paling dasar yaitu PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini,. DIharapkan dengan semakin baiknya sistem pendidikan dari dasar ini maka akan ditumbuhkan pula anak-anak yang sudah sangat berakhlak baik sejak dini sehingga tidak terlalu sulit lagi untuk membentuk karakter yang baik saat sudah menginjak usia belasan tahun.
Salah satu sistem pendidikan yang sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak saat berada di lingkungan pendidikan adalah kurikulumnya. Oleh karena itu, pembuatan kurikulum tidak boleh asal-asalan agar tidak berdampak buruk bagi anak tersebut.
Kurikulum pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terbagi menjadi 2, yaitu Kurikulum Pendidikan Formal dan Kurikulum Pendidikan Non-Formal. Selain itu, pembentukan kurikulum juga harus disesuaikan dengan usia anak yang sedang dididik.

Nah berikut ini tata cara penyusunan atau pembuatan KTSP PAUD 2013

Komponen-komponen yang termuat dalam KTSP mencakup dua dokumen, yaitu :
Dokumen I dan Dokumen II
Pendidikan Anak Usia Dini

DOKUMEN I ( KTSP PAUD 2013 )
Dokumen I dalam KTSP terdiri dari empat BAB yaitu Pendahuluan, Tujuan Pendidikan, Struktur dan Muatan Kurikulum, dan Kalender Pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan berisi penjabaran :
1. Latar Belakang (Dasar Pemikiran Penyusunan KTSP)
Latar belakang merupakan penjabaran alasan pengembangan kurikulum. Di sini dibahas dua hal sebagai pertimbangan mengapa sebuah pengembangan kurikulum perlu ada, yaitu kenyataan yang ada di lapangan dan harapan pengembang kurikulum.
    
Kenyataan berisi mengenai berbagai fakta yang menjelaskan keadaan lapangan yang menuntut segera dikembangkannya sebuah kurikulum yang sudah ada.

Harapan pengembang kurikulum, berisi berbagai hal yang diharapakan jika kurikulum tersebut dikembangkan dari kurikulum yang sudah ada. Harapan yang disusun memperhatikan kemampuan lembaga, dari segi SDM maupun SDA.

2. Analisis SWOT Kondisi Lembaga
Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) perlu dilakukan untuk mengetahui berbagai faktor, baik pendukung maupun
penghambat jika sebuah kurikulum akan dikembangkan di wilayah sekitar lembaga.

a)    Strengths (Kekuatan)
Kekuatan merupakan unsur-unsur yang dapat dijadikan pendukung bagi pengembangan kurikulum ini. Kekuatan dapat berupa material muapun nonmaterial.

b)   Weaknesses (Kelemahan)
Kelemahan merupakan faktor penghambat bagi pelaksanaan pengembangan kurikulum. Faktor ini sama dengan faktor kekuatan, dapat bersifat material dan imaterial.

c)    Opportunities (Peluang)
Peluang merupakan kesempatan, celah, atau alternatif, yang berarti bahwa unsur ini merupakan berbagai peluang dan alternatif bagi pelaksanaan pengembangan kurikulum.

d)    Threats (Ancaman)
Ancaman merupakan unsur yang dapat menggagalkan proses dan pelaksanaan pengembangan kurikulum.


BAB II TUJUAN PENDIDIKAN
Tujuan Pendidikan berisi penjabaran :
1. Filosofi
Lembaga menentukan filosofi yang akan dijadikan acuan bagi pengembangan kurikulum agar tidak melenceng dari falsafah bangsa dan kebutuhan sekolah. Filosofi pengembangan kurikulum memperhatikan pada budaya bangsa,perkembangan anak, keadaan wilayah, kemajuan jaman, dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan.

2. Visi Sekolah
Visi merupakan cita-cita utama sekolah yang dijabarkan dalam kalimat. Visi ini tidak lebih dari satu kalimat. Beberapa lembaga menjadikan visi ini sekaligus sebagai motto sekolah agar mudah diingat masyarakat. 

3. Misi Sekolah
Misi merupakan penjabaran agar visi tercapai, atau lebih singkatnya adalah cara mencapai visi. Hal ini memungkinkan bahwa misi dapat lebih dari satu kalimat uraian. 

4. Tujuan Sekolah
Tujuan sekolah terlahir dari misi yang ada dan merupakan harapan terhadap lulusan yang dihasilkan. Cara yang dijabarkan dalam misi dapat diuraikan menjadi tujuan. 

5. Prinsip Pembelajaran
Prinsip pembelajaran perlu disusun agar pelaksanaan kurikulum yang telah dikembangkan tetap pada jalurnya. Prinsip dapat disusun dengan mengadopsi dari perkembangan anak, budaya dan adat istiadat daerah, ataupun tuntutan perkembangan jaman. 

6. Tata Tertib
Jika prinsip pembelajaran telah disusun, maka perlu ada tata tertib pelaksanaan pembelajaran yang juga dimuat dalam pengembangan kurikulum agar pelaksanaannya tidak melanggar karakteristik anak, budaya, dan filosofi sekolah. Tata tertib diberlakukan pada sekolah, guru, dan orang tua sebagai pengguna.


BAB III  STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
Hal ini merupakan inti isi kurikulum, di dalamnya memuat menu pembelajaran yang akan dijadikan acuan pembelajaran sepanjang tahun. Struktur meliputi kurikulum inti dan kurikulum institusional atau muatan lokal dan berisi alokasi waktu pada masing-masing aspek. 

Isi kurikulum disusun dengan memperhatikan komponen anak, pendidik, pembelajaran, asesmen, dan pengelolaan pembelajarannya itu sendiri. 
Anak memperhatikan sasaran layanan usia di sekolah
Pendidik memperhatikan kompetensi lulusan dan kualifikasi pendidikan
Pembelajaran memperhatikan pengelompokkan usia
Asesmen dengan menyusun acuan pemantauan perkembangan anak dalam pembelajaran
Pengelolaan pembelajaran berisi satuan kegiatan dari tahunan hingga ke harian.

1. Bidang Pengembangan
Bidang pengembangan atau aspek perkembangan merupakan perkembangan yang akan dilatihkan selama proses pembelajaran sesuai dengan usia dan karakteristik anak. 

Jika pengembangan kurkikulum mengacu pada kurikulum PAUD formal, maka akan ada lima bidang pengembangan. Namun jika mengacu pada kurikulum PAUD nonformal akan terdapat enam aspek perkembangaan.

2. Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan isi kurikulum yang akan menjadi ciri khas sebuah sekolah sesuai dengan kegiatan khas dari masyakarat sekitar. 

3. Kegiatan Pengembangan Diri
Kegiatan pengembangan diri berupa kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian anak melalui kegiatan penyaluran minat, bakat, hobi, kepribadian, dan kreativitas. 

4. Pengaturan Beban Mengajar
Pembagian alokasi waktu agar indikator dapat dikembangkan dengan merata.


BAB IV  KALENDER PENDIDIKAN
Kalender berisi tentang pengaturan waktu pembelajaran selama setahun yang disesuaikan pada kebutuhan daerah, peserta didik dan pemerintah daerah maupun pusat. 

Dalam kalender dijabarkan juga sistem pembelajaran yang dianut, menggunakan triwulan, catur wulan, atau semester. Memuat juga waktu pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, dimulai jam berapa dan kapan berakhirnya.

DOKUMEN II ( KTSP PAUD 2013 )
Dokumen II KTSP berisi pengembangan silabus yang merupakan perencanaan tahunan, semester/bulanan, mingguan, dan harian. Dokumen II berisi inti pembelajaran yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan.

Demikianlah beberapa informasi yang bisa saya sampaikan. Terimakasih untuk Setiadi Susilo yang sudah memberikan informasi mengenai cara penyusunan atau pembuatan kurikulum KTSP PAUD 2013.

Cara penyusunan kurikulum KTSP TK/PAUD 2013 4.5 5 Ghassani Ariana Minggu, 16 November 2014 tata cara penyusunan atau pembuatan KTSP PAUD 2013,meliputi latar belakang, analisis faktor kondisi lembaga, filosofi, visi misi sekolah dan tujuan sekolah Cara penyusunan kurikulum KTSP TK/PAUD 2013 Informasi Pendidikan Sistem pendidikan yang baik tentunya tidak hanya pada jenjang yang tin...


1 komentar:

  1. Numpang nyimak ulasan ktsp yang bagus ini,,, makasih dan salam kabar guruku..

    BalasHapus

Tanpa verifikasi kata dan mendukung komentar Anonymous

Diberdayakan oleh Blogger.
J-Theme